My Miracles

Allow me to be a sweet talker tonight. If you can't bear with sweet words I would not recommend you to read this. Post ini aku dedikasikan untuk tiga orang yang sedang singgah dalam hidupku. Mereka yang tidak mempermasalahkan kesederhanaanku, mereka yang mampu bertahan dengan semua kekuranganku, mereka yang biasa mengisi hari-hariku dengan lelucon payah.
I've known them not a long time ago, but so far, the time I spent to get to know them was one of the best time I ever had.

Ilalang
This silly boy is a duck in disguise. A total nerd yang tiada hari tanpa sebats. Here's the shocking truth about our bond: We didn't use to like eachother. First impression aku ke dia tuh nggak banget pokoknya, apalagi dulu ada kejadian yang nggak enak banget waktu kelas 10 HAHAHAH sejak itu kita jadi jarang berurusan, atau lebih tepatnya aku yang nggak mau lagi.
Aku lupa karena apa akhirnya kita baikan, and everything went well, fortunately. I should say Ilalang is the best listener out of everyone I befriend with, entah karena apa. He has his own way to make me feel at ease, or to make my heart delighted. The best things about him are his priceless jokes (LIKE. SERIOUSLY. PRICELESS.) and his beautiful mind (I'm not including your p*rn collections in this case) filled with things he's curious at.
TAPIIII aku sebel banget kalo liat meja kamu pas pulang sekolah banyak banget sampahnya! Hampir setiap hari loh, Lang. :( I wish you could be more responsible to your stuffs, okie.
Lang, as far as I know about you, you have suffered enough for past years. Seeing you being more humane left a little part of my heart proud of you. Enjoy your life. I love you.

Thufeil
Jarum tumpul. Senjata tajam. Itu semua nama panggilan yang dia dapat karena rambutnya yang... tegak ke atas. Kayak rumput gitu cuman gak letoy. Cita-citanya jadi Presiden guys, tapi aku sebenernya gak mudeng dia tuh serius atau nggak. Tiap hari becanda mulu sih :( Kita pernah clash beberapa kali, dan alasannya sepele HAHAHAH tapi seriusan deh, didiemin beberapa hari sama orang berisik tuh aku merasa menciut. Di balik semua itu, aku dan Thufeil bisa ambil pelajarannya masing-masing. We proclaimed ourselves as a wise person (walaupun Thufeil lebih bijak).
His ability to understand to people's problem is not joking at all. He sees it rationally, not based on feeling. Makanya masalah seaneh apa pun itu ujung-ujungnya aku minta saran ke dia mulu. Brother material banget huhu. Thankyou for being my nagging place! Jangan kapok kalau aku minta nebeng pulang hehe.
Stay humble as always. You'll figure out it that you have that kind heart every women wants to own, sooner or later. I love you.

Aliva
Kayaknya cerita tentang kamu bakalan jadi yang terberat buat aku, Va. Sengaja aku tulis terakhir karena banyaaaaak banget yang ingin aku sampaikan. Tapi di sini mah dikit aja takut aku gak kuat.
People might see her as a religious, calm, graceful lady, padahal mah... :(
Inget banget dulu waktu pertama kali ketemu aku kira orangnya jutek, eh eh eh makin ke sini kok makin dipertanyakan ya kualitas humornya. Tapi skip aja yang ini mah, let's look on hte bright side.
Di antara yang lain, Aliva paling cepat berubah. Paling cepat hijrahnya. Aku salut banget sama dia, sekaligus iri, bisa meninggalkan apa yang harus ditinggalkan (semoga istiqomah ya, shalihah). Dulu waktu lagi susah-susahnya jaga lisan dari ngomongin orang, kita bikin No Ghibah Challenge!! Asik banget karena pas mau ngomong, "eh, tau gak.." ada lanjutannya "OH IYA GAK JADI HAHAHAH" itu berkesan banget buat aku. Orangnya termolor, jam 8 udah merem. Makanya aku kalo nugas sendiri mulu gak ada hiburan :( Iya dia ini penghiburku yang nomor 1.
Hobi kita diem-diem kalau lagi gabut bikin vlog di hape HAHAHAH mulai dari ngobrol gak jelas sampai tahan tawa satu menit. Videonya masih ada sampai sekarang, kadang suka aku tonton kalau aku lagi kangen sama kamu. Kita kemana-mana selalu berdua, kalau aku papasan sama orang tanpa Aliva, otomatis nanya "Aliva mana?" dan sebaliknya juga buat Aliva. She's my soulmate. She's my other half.
Tapi, kamu bakalan ngebolehin aku ngomong kayak gitu gak sih? Belakangan ini aku jadi minder. You're getting better. And you got better friends.
But don't mind me at all, I'm used to unrequited relationship. And you're aware of it.
Semoga kamu selalu dikelilingi oleh orang-orang yang menyebarkan dan berbuat kebaikan, dan kamu juga jadi salah satunya. Remember that I'm always here for you. I love you the most.

--

End of sweet talking.
I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I'm not crying I love them so much I treasure them nicely. Rasanya susah jika saling meninggalkan dan memilih jalan yang lain. But people come and go. That's the rules.

Comments

Popular Posts